Senin, 29 September 2014

TUGAS WAJIB 2 SISTEM DIGITAL



Sistem Bilangan
Banyak sistem bilangan yang digunakan pada piranti digital, dan yang biasa digunakan ialah sistem-sistem bilangan biner, oktal, decimal, dan heksa decimal. . Untuk memudahkan pembahasan, kita membagi sistem bilangan menjadi basis-10 dan basis ke-n, dimana n > 2. Sehingga dikenal banyak sistem seperti basis –2, basis-3, …, basis-8, …,basis-10, …, basis-16, dan seterusnya. Semua sistem bilangan tersebut termasuk kedalam sistem bilangan berbobot, artinya nilai sustu angka tergantung dari posisi relatifnyaterhadap koma atau angka satuan. Misalnya bilangan 5725,5 dalam decimal. Ketiga angka 5 memiliki nilai yang berbeda, angka 5 paling kanan bernilai lima persepuluhan, angka 5 yang tengah bernilai lima satuan sedangkan angka 5 yang lainnya bernilai lima ribuan.
Untuk membedakan suatu bilangan dalam sistem bilangan tertentu digunakan konvensi notasi. Untuk basis-n kita menggunakan indeks n atau tanda lain yang disepakati. Sebagai contoh bilangan ‘11’ basis-2 akan ditulis dalam bentuk ‘112’ untuk mencegah terjadinya salah pengertian dengan bilangan ‘118’, ‘1110’ atau ‘1116’ dan seterusnya. Kadang-kadang indeks tersebut tidak dicantumkan jika basis tersebut sudah jelas. Misalkan secara khusus sedang membahas bilangan basis-8, maka bilangan-bilangan dalam pembahasan tersebut tidak disertai indeks. Sering pula.

2.1 Basis-10 (desimal)
Dalam sistem decimal (basis-10) mempunyai simbol angka (numeric) sebanyak 10 buah simbol, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. nilai suatu bilangan dalam basis-10 dapat dinyatakan sebagai Σ(N x 10a) dengan N = 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan a = …, -3,-2, -1, 0, 1, 2, 3, …(bilangan bulat yang menyatakan posisi relatif N terhadap koma atau satuan ). Contoh : 32510 = 3 x 102 + 2 x 101 + 5 x 100 0,6110 = 0 x 100 + 6 x 10-1 + 11 x 10-2 + 6 x 101 + 1 x 10-2 9407,10810 = 9 x 103 + 4 x 102 + 7 x 100 + 1 x 10-1 + 8 x 10-3

2.2 Basis-2 (biner)
Dalam sistem biner (basis-2) mempuyai simbol angka (numeric) sebanyak 2 buah simbol, yaitu 0 dan 1. nilai suatu bilangan basis-2 dalam basis-10 dapat dinyatakan sebagai Σ(N x 2a) dengan N = 0 atau 1; dan a = …, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …(bilangan bulat dalam decimal yang menyatakan posisi relatif N terhadap koma atau satuan). Contoh :

11012 = 1 x 23 + 1 x 22 +1 x 20 = 8 + 4 + 1 = 1310 0,101 = 0 x 20 + 1 x 2-1 + 0 x 2-2 + 1 x 2-3 = 0 + 0,5 + 0 + 0,125 = 0,62510 11,01 = 1 x 21 + 1 x 20 + 1 x 2-2 = 2 + 1 + 0,25 = 3,2510

2.3 Basis-8 (octal)
Dalam sistem octal (basis-8) mempunyai simbol angka (numerik) sebanyak 8 buah symbol, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 . nilai suatu bilangan basis-8 dalam basis 10 dapat dinyatakan sebagai Σ(N x 8a) dengan N = 0, 1, 2,3, 4, 5, 6, dan 7; dan a = …,-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …(bilangan bulat dalam decimal yang menyatakan posisi relatif N terhadap koma atau satuan). Contoh : 647,358 = 6 x 82 + 4 x 81 + 7 x 80 + 3 x 8-1 + 5 x 8-2 = 384 + 32 + 7 + 0,375 + 0,078125 = 423,45312510

2.4 Sis-16 (heksa-desimal)
Dalam sistem heksa-desimal (basis-16) mempunyai simbol angka (numerik) sebanyak 16 buah simbol. Karena angka yang telah dikenal ada 10 maka perlu diciptakan 6 buah symbol angka lagi yaitu A, B, C, D, E, dan F dengan nilai A16 = 1010, B16 = 1110, C16 = 1210, D16 =1310, E16 = 1410 dan F16 =1510. Dengan demikian simbol angka-angka untuk sistem heksa=decimal adalah 0, 1, 2,3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F. nilai suatu bilangan basis-16

dalam basis-10 dapat dinyatakan sebagai Σ(Nx 16a) dengan N = 0, 1, 2,3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, dan 15; dan a = …, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …(bilangan bulat dalam decimal yang menyatakan posisi relatif N terhadap koma atau satuan). Contoh : 584AED16 = 5 x 165 + 8 x 164 + 4 x 163 + 10 x 162 + 14 x 161 + 13 x 160 = 5242880 + 524288 + 16384 + 2560 + 224 + 13 = 14,0664062510

2.5. Konversi (Pengubahan) Bilangan
Ada kalanya kita perlu menyatakan suatu bilangan dalam basis yang berbeda atau mengubah (mengkorversi) suatu bilangan dari satu basis yang satu ke basis yang lain. Misalkan, kenversi bilangan dari basis-n ke basis-10, kenversi bilangan dari basis-10 ke basis-n, atau konversi dari basis-n ke basis-m. untuk kenversi bilangan dari basis-n ke basis-10telah dikemukakan ketika menyatakan nilai suatu bilangan dari basis-n ke dalam basis-10.


2.6 Konversi bilangan basis-10 ke basis-n
Setidaknya ada 2 cara untuk mengubah bilangan decimal menjadi bilangan dalam basis selain 10. Cara pertama, biasanya untuk bilangan yang kecil, adalah kebalikan dari proses kenversi bilangan dari basis-n (selain 10) ke basis-10 (decimal). Bilangan decimal itu dinyatakan sebagai jumlah dari suku-suku yang setiap suku merupakan hasil kali suatu angka (N) dan bilangan pangkat bulat, kemudian angka-angka tersebutdituliskan dalam posisi yang sesuai. Secara umum dapat dituliskan sebagai : (Bilangan)10 = Σ(N x na)
dengan N menyatakan simbol angka yang diijinkan dalam basis-n, n menyatakan basis bilangan yang dituju, a

    Cara kedua dikenal dengan pembagian berulang. Cara ini sangat baik untuk bilangan decimal yang kecil maupun yang besar. Cara konversi ialah membagi bilangan decimal dan hasil baginya secara berulang dengan basis tujuan kemudian menuliskan sisanya hingga diperoleh hasil bagi 0. Hasil kenversinya adalah menuliskan sisa pertama pada posisi yang paling kecil dan sisa terakhir pada posisi yang paling besar.

     4 A 3 E Jadi 1900610 = 4A3E16 Untuk mengubah bilangan decimal tidak bulat dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama mengubah bagian bulat (disebelah kiri tanda koma) dengan cara seperti yang telah dijelaskan diatas. Tahap kedua mengubah bagian pecahannya (disebelah kanan tanda koma) dengan cara bahwa                            bilangan pecahan dikalikan berulang-ulang dengan basis tujuan sampai hasil perkalian terakhir sama dengan 0 setelah angka disebelah kiri tanda koma dari hasil kali setiap perkalian diambil. Selanjutnya angka-angka disebelah kiri koma yang diambil tadi dituliskan secara berderet dari kiri kekanan.


.
2.7 Konversi bilangan dari basis-n ke basis-m (keduanya bukan basis-10)
Untuk mengkonversi suatu bilangan basis-n (bukan basis-10) menjadi bilangan basis-m (bukan basis-10) dengan n ≠ m diperlukan konversi ke basis-10 sebagai perantara. Kita telah akrab dengan bilangan basis-10. Dengan demikian perlu dua tahap konversi. Tahap pertama mengkonversi bilangan dari basis-n ke basis-10, dan tahap kedua mengkonversi bilangan hasil tahap pertama (dalam basis-10) menjadi basis-m. sebagai contoh ubahlah bilangan 2378 menjadi bilangan yang setara dalam basis-5 ! Tahap 1 : 2378 = 2 x 82 +3x81 +7x80 = 128 + 24 + 7 = 15910. Tahap 2 : 15910 = 1 x 53 + 1 x 52 + 1 x 51 + 4 x 50 = 11145 Jadi 2378 = 1145 Contoh berikutnya adalah mengubah bilangan 52DA16 ke dalam basis-12 yang setara. Tahap 1 : 52DA16 = 5 x 163 + 2 x 162 + 13 x 161 + 10 x 160 = 2121010 Tahap 2 : 2121010 = 1x124+0x123+4x122+3x121+6x120 =1043612 Jadi 52DA16 = 104361

2.8 Operasi Bilangan
Dalam sistem decimal telah dikenal dengan baik mengenai operasi dasar bilangan, yakni penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Operasi-operasi bilangan tersebut juga dapat dikenakan pada sistem bilangan yang lain seperti dalam sistem-sistem bilangan biner, basis-5, octal, heksa-desimal, dan seterusnya. Tetapi pembahasan operasi kali ini lebih banyak pada sistem biner, sedangkan untuk sistem bilangan yang lain akan dikemukakan contoh hanya apabila dipandang perlu. Prinsip-prinsip penggunaan operasi bilangan itu sama dengan yang diterapkan pada sistem decimal. Oleh karena belum akrab dengan sistem bilangan selain decimal, maka untuk memudahkan pelaksanaan operasi hitung perlu pertolongan table operasi.

TEKNOLOGI INFORMASI DI MASYARAKAT


Di masyarakat Mentawai
Mungki beberapa dari kita masyarakat mentawai khususnya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Teknologi Informasi. Tapi dari pengalaman penulis terkadang apa yang sering kita dengar hanya sekedar mengenal kata itu, tapi kita terkadang tidak mengerti apa yang dimaksutkan kata itu, apa manfaatnya buat kita, nah disini penulis mau berbagi kepada pembaca Apa Manfaat Teknologi Informasi terhkusus Di Masyarakat Mentawai.
Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua yang teknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6)
Teknologi informasi juga adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi Di masyarakat Mentawai
            Pengalam penulis mengenai menafaat teknologi informasi dan komunikasi ini ketika penulis bercerita kepada beberapa masyarakat mentawai tentang teknologi informasi, ada beberapa yang bertanya dan berpendapat ternyata kita masih bodoh yang mengenai teknologi informasi, (kukua leek tuagai muHP atuagaian teknologi informasi nenda) saya kira ketika kita bisa menggunakan HP itu lah yang namanya kita menguasai teknologi informasi, ada juga yang bilang (see tak anai lulunia) tidak ada gunanya teknologi informasi tu. Marilah kita simak ulasan berikut ini.
            Proses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan dasar yang muncul dan dikenal sebagai Informatika Masyarakat. Masyarakat informatika melibatkan diri lebih dari sekedar pengadopsian teknologi informasi dan komunikasi di dalamnya, tetapi ikut dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi demi keuntungan masyarakat lokal. Masyarakat informatika tidak hanya menghadapkan teknologi, tetapi juga gagasan sosial yang dikenal sebagai modal sosial. Masyarakat informatika juga memperkenalkan dimensi baru ke dalam konsep pembagian masyarakat berdasarkan modal budaya dan kelas sosial yang menstratifikasi masyarakat.
Michael Gurstein, (Gurstein, 2000), mendeskripsikan masyarakat informasi dengan cara berikut: Masyarakat Informatika adalah aplikasi teknologi informasi dan komunikasi untuk memungkinkan proses masyarakat dan pencapaian tujuan masyarakat yang mencakup pembagian digital di dalam maupun antar masyarakat. Masyarakat informatika muncul sebagai kerangka untuk mendekati Sistem Informasi secara sistematis dari perspektif masyarakat dan sejajar dengan Sistem Informasi Manajemen dalam pengembangan strategi dan teknik untuk manajemen penggunaan dan aplikasi sistem informasi masyarakat.
Masyarakat informatika mengatasi hubungan antara teori akademik dan penelitian, masalah kebijakan dan pragmatis yang timbul dari puluhan ribu “Jaringan Masyarakat”, “Pusat Teknologi Masyarakat”, Telecentre, Pusat Komunikasi Masyarakat, dan Telecottage yang saat ini berada secara global.
Sebagai satu bidang akademik, masyarakat informatika mengambil sumber daya dan partisipan dari serangkaian latar belakang, termasuk Ilmu Komputer, Manajemen, Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Perencanaan, Sosiologi, Pendidikan, Kebijakan Sosial, dan penelitian Pedesaan, Regional, dan Pembangunan.
Sebagai suatu praktik, masyarakat informatika merupakan kepentingan bagi mereka yang perhatian dengan Pengembangan Masyarakat dan Ekonomi Lokal di Negara Berkembang maupun Maju dan memiliki hubungan dekat dengan mereka yang bekerja di bidang-bidang seperti Pembangunan Masyarakat, Pembangunan Ekonomi Masyarakat, Informatika Kesehatan Berbasis Masyarakat, Pendidikan Dewasa dan Lanjutan.
                Masyarakat informatika adalah bagian dari struktur masyarakat di dunia yang muncul dan memiliki peran di        sejumlah tingkat fundamental dalam masyarakat yang berkembang. Masyarakat informatika dapat dideskripsikan sebagai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk praktik masyarakat, yang didefinisikan oleh Glen (1993) sebagai Penyampaian Layanan Masyarakat, dan Tindakan Masyarakat. Khususnya, Praktik Masyarakat semakin dianggap fundamental untuk masalah-masalah sosial karena masyarakat di suatu tempat menghadapi dunia perdagangan modern yang kurang menjadi subyek negara/ bangsa.
 Komunikasi telah memainkan peranan penting dalam mengembangkan dan mempertahankan kesehjateraan masyarakat secara geografis sepanjang sejarah. Informatika Masyarakat adalah sebuah fenomena terkini pada masyarakat jaringan modern, dapat dilacak pada pemrakarsa komunikasi masyarakat akhir 1980 sampai awal 1990.
 Sejak permulaan, tujuan utama teknologi masyarakat adalah untuk menggunakan prasarana, aplikasi, dan layanan informasi dan komunikasi untuk memberdayakan dan melestarikan modal sosial masyarakat lokal (jaringan, organisasi, kelompok, aktivitas, dan nilai yang mendasari kehidupan masyarakat).
 Semua akan berjalan sesuai keinginan jika ada kerjasama antara pemerintah sebagai penyedia dan masyarakat sebagai pengguna. Kita bisa belajar dari salah satu kasus dimana TIK nya paling jos lah.
                Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, merupakan desa yang telah memanfaatkan teknologi imformasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung pelayanan terhadap masyarakatnya. Desa ini menjadi juara satu tingkat Kabupaten Bantul dan juara dua tingkat Provinsi DI. Yogyakarta dalam lomba desa tahun 2010 dan 2011. Melalui sistem informasi desa, Desa Terong dapat memberikan informasi dan pelayan administrasi dengan cepat dan tepat. Dampaknya masyarakat bisa mengetahui kinerja pemerintahan desa, serta terlibat dalam proses pembangunan desa. TIK di desa terong ini lah yang membuat semua yang sulit menjadi mudah. Bisa dicek.

SUMBER
http://mandalamekar.or.id/baca/217/Mandalamekar.Tiru.Terong.Terapkan.TIK.untuk.Pelayanan.Masyarakat.htm