Sabtu, 22 November 2014

Tugas wajib sitem digital minggu 9


 
Aljabar Boolean dan Prinsip Dualitas

Aljabar Boolean menggunakan aturan-aturan yang diturunkan dari
asumsi dasar (aksioma/dalil/postulat)
1a. 0 · 0 = 0
2a. 1 · 1 = 1
3a. 0 · 1 = 1 · 0 = 0
4a. Jika x = 0, maka x = 1
1b. 1 + 1 = 1
2b. 0 + 0 = 0
3b. 1 + 0 = 0 + 1 = 1
4b. Jika x = 1, maka x = 0
Dalil dituliskan berpasangan !untuk menunjukkan prinsip dualitas
_ Jika diberikan sebarang ekspresi logika, dual dari ekspresi
tersebut dapat dibentuk dengan mengganti semua + dengan ·
atau sebaliknya serta mengganti 0 dengan 1 atau sebaliknya
dalil(b) merupakan dual dari dalil(a) dan sebaliknya
_ Dual dari pernyataan benar adalah juga benar

Teorema 1 Variabel

Aturan ini diturunkan dari aksioma. x adalah variabel tunggal
5a. x · 0 = 0
6a. x · 1 = x
7a. x · x = x
8a. x · x = 0
5b. x + 1 = 1
6b. x + 0 = x
7b. x + x = x
8b. x + x = 1
9. x = x

Hukum-hukum Aljabar
10a. x · y = y · x 10b. x + y = y + x !Komutatif
11a. x · (y · z) = (x · y) · z 11b. x + (y + z) = (x + y) + z !Asosiatif
12a. x · (y + z) = x · y + x · z 12b. x + y · z = (x + y) · (x + z) !Distributif
13a. x + x · y = x 13b. x · (x + y) = x !Absorsi
14a. x · y + x · y = x 14b. (x + y) · (x + y) = x !Penggabungan
15a. x · y = x + y 15b. x + y = x · y !DeMorgan
16a. x + x · y = x + y 16b. x · (x + y) = x · y
17a.
x·y+y ·z+x·z = x·y+x·z
17b. (x + y) · (y + z) · (x + z) =
(x + y) · (x + z)

Sintesis Ekspresi Logika
Proses Sintesis
Diinginkan suatu fungsi, bagaimana mengimplementasikannya
dalam bentuk ekspresi atau rangkaian logika?
_ Proses ini disebut sintesis: membangkitkan ekspresi dan/atau
rangkaian dari deskripsi perilaku fungsionalnya
Misalnya
_ Desain rangkaian logika dengan dua masukan x1dan x2
_ Rangkaian memonitor switch, menghasilkan keluaran logika 1 jika
switch (x1,x2) mempunyai keadaan (0,0), (0,1) atau (1,1) dan
keluaran 0 jika switch (1,0)
_ Pernyataan lain: jika switch x1tersambung dan x2terputus maka
keluaran harus 0, keadaan switch lainnya keluaran harus 1

Proses Sintesis
Diinginkan suatu fungsi, bagaimana mengimplementasikannya
dalam bentuk ekspresi atau rangkaian logika?
_ Proses ini disebut sintesis: membangkitkan ekspresi dan/atau
rangkaian dari deskripsi perilaku fungsionalnya
Misalnya
_ Desain rangkaian logika dengan dua masukan x1dan x2
_ Rangkaian memonitor switch, menghasilkan keluaran logika 1 jika
switch (x1,x2) mempunyai keadaan (0,0), (0,1) atau (1,1) dan
keluaran 0 jika switch (1,0)
_ Pernyataan lain: jika switch x1tersambung dan x2terputus maka
keluaran harus 0, keadaan switch lainnya keluaran harus 1
Langkah desain: membuat tabel kebenaran untuk menuliskan term
perkalian yang menghasilkan keluaran 1

Tabel Kebenaran dan Hasil Ekspresi (SOP)
Tabel kebenaran untuk fungsi yang harus disintesis
Realisasi f adalah f = x1x2 + x1x2 + x1x2

Minterm dan Bentuk Kanonik SOP
Untuk sebuah fungsi dengan n buah variabel f (x1, x2 . . . xn)
_ Sebuah minterm dari f adalah satu term perkalian dari n
variabel yang ditampilkan sekali, baik dalam bentuk tidak
diinverskan maupun diinverskan
_ Jika diberikan satu baris dalam tabel kebenaran, minterm
dibentuk dengan memasukkan variabel xi jika xi = 1 atau xi
jika xi = 0
_ Notasi mj merupakan minterm dari baris nomor j di tabel
kebenaran. Contoh:
Baris 1 (j = 0), x1 = 0, x2 = 0, x3 = 0
minterm: m0 = x1x2x3
Baris 2 (j = 1), x1 = 0, x2 = 0, x3 = 1
minterm: m1 = x1x2x3

Minterm dan Bentuk Kanonik SOP
Tiap baris dari tabel
kebenaran membentuk satu
buah minterm
Fungsi f dapat dinyatakan
dengan ekspresi
penjumlahan dari semua
minterm di mana tiap minterm
di-AND-kan dengan nilai f
yang bersesuaian
Baris i x1 x2 x3 mintermmi f
0 0 0 0 x1x2x3 0
1 0 0 1 x1x2x3 1
2 0 1 0 x1x2x3 0
3 0 1 1 x1x2x3 0
4 1 0 0 x1x2x3 1
5 1 0 1 x1x2x3 1
6 1 1 0 x1x2x3 1
7 1 1 1 x1x2x3 0
Contoh: diberikan nilai f seperti tabel di atas, bentuk kanonik SOP:
f = m0 · 0 + m1 · 1 + m2 · 0 + m3 · 0 + m4 · 1 + m5 · 1 + m6 · 1 + m7 · 0
= m1 + m4 + m5 + m6
= x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3


Notasi SOP
Persamaan SOP dapat dinyatakan dalam notasi m
f = m1 +m4 + m5 + m6
= x1x2x3
| {z }
1
+ x1x2x3
| {z }
4
+ x1x2x3
| {z }
5
+ x1x2x3
| {z }
6
Notasi Persamaan SOP: f = Pm(1, 4, 5, 6)
Implementasi:
_ Ekspresi fungsi f tersebut secara fungsional benar dan unik
_ Namun, mungkin tidak menghasilkan implementasi yang
paling sederhana

Prinsip Duality
Jika suatu fungsi f dinyatakan dalam suatu tabel kebenaran, maka
ekspresi untuk f dapat diperoleh (disintesis) dengan cara:
1. Melihat semua baris dalam tabel dimana f=1, atau
2. Melihat semua baris dalam tabel dimana f=0
Pendekatan (1) menggunakan minterm
Pendekatan (2) menggunakan komplemen dari minterm, disebut
maxterm


Penjelasan Dualitas SOP-POS
Jika fungsi f dinyatakan dalam tabel kebenaran, maka fungsi
inversnya f , dapat dinyatakan dengan penjumlahan minterm
dengan f = 1, yaitu di baris di mana f = 0
f = m0 + m2 + m3 + m7
= x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3        
Fungsi f dapat dinyatakan
f = m0 + m2 + m3 + m7
= x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3
= _x1x2x3_ · _x1x2x3_ · _x1x2x3_ · (x1x2x3)
= (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3)
Meletakkan dasar untuk menyatakan fungsi sebagai bentuk
perkalian semua term perjumlahan, maxterm

Maxterm dan Bentuk Kanonik POS
Untuk sebuah fungsi dengan n buah variabel f (x1, x2 . . . xn)
Sebuah maxterm dari f adalah satu term penjumlahan dari n
variabel yang ditampilkan sekali baik dalam bentuk tidak diinverskan
maupun diinverskan
_ Jika diberikan satu baris dalam tabel kebenaran, maxterm
dibentuk dengan memasukkan variabel xi jika xi = 0 atau xi
jika xi = 1
_ Notasi Mj (dengan huruf M besar) merupakan maxterm dari
baris nomor j di tabel kebenaran. Contoh:
Baris 1 (j = 0), x1 = 0, x2 = 0, x3 = 0
maxterm: M0 = x1 + x2 + x3
Baris 2 (j = 1), x1 = 0, x2 = 0, x3 = 1
maxterm: M1 = x1 + x2 + x3

Maxterm dan Bentuk Kanonik POS
Tiap baris dari tabel
kebenaran membentuk satu
buah maxterm
Fungsi f dapat dinyatakan
dengan ekspresi perkalian
dari semua maxterm di mana
tiap maxterm di-OR-kan
dengan nilai f yang
bersesuaian
Baris i x1 x2 x3 maxtermMi f
0 0 0 0 x1 +x2 +x3 0
1 0 0 1 x1 +x2 +x3 1
2 0 1 0 x1 +x2 +x3 0
3 0 1 1 x1 +x2 +x3 0
4 1 0 0 x1 +x2 +x3 1
5 1 0 1 x1 +x2 +x3 1
6 1 1 0 x1 +x2 +x3 1
7 1 1 1 x1 +x2 +x3 0
Contoh: diberikan nilai f seperti tabel di atas, bentuk kanonik POS:
f = (M0 + 0) (M1 + 1) (M2 + 0) (M3 + 0) (M4 + 1) (M5 + 1) (M6 + 1) (M7 + 0)
= M0 ·M2 ·M3 ·M7
= (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3)

Notasi POS
Persamaan POS dapat dinyatakan dalam notasi M
f = M0 ·M2 ·M3 ·M7
= (x1 + x2 + x3)
| {0z }
· (x1 + x2 + x3)
| {2z }
· (x1 + x2 + x3)
| {3z }
· (x1 + x2 + x3)
| {7z }
Notasi Persamaan SOP: f = QM(0, 2, 3, 7)
Persamaan berikut benar untuk fungsi f (x1, x2, x3)di atas:
Xm(1, 4, 5, 6) = YM(0, 2, 3, 7)
x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3 = (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3)
(x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3)

Konversi Bentuk POS-SOP
Jika suatu fungsi f diberikan dalam bentukPm atau QM, maka
dengan mudah dapat dicari fungsi f atau f dalam bentukPm atau
QM
Bentuk Fungsi dan Bentuk yang Diinginkan
Asal f = Pm f = QM f = Pm f = QM
f = Pm
(1,4,5,6)
- Nomor yg tdk
ada dlm
daftar
(0,2,3,7)
Nomor yang
tdk ada dlm
daftar
(0,2,3,7)
Nomor yang
ada dlm
daftar
(1,4,5,6)
f = QM
(0,2,3,7)
Nomor yg tdk
ada dlm
daftar
(1,4,5,6)
- Nomor yang
ada dlm
daftar
(0,2,3,7)
Nomor yg tdk
ada dlm
daftar
(1,4,5,6)
Penyederhanaan Rangkaian dengan Aljabar
Suatu fungsi logika dapat dinyatakan dalam beberapa bentuk ekspresi yang ekivalen
_ Misalnya: f1 = x1x2 + x1x2 + x1x2 dan f2 = x1 + x2 adalah ekivalen
secara fungsional
_ Proses optimasi memilih salah satu dari beberapa rangkaian ekivalen untuk
memenuhi constraint nonfungsional (area, cost)
_ Catatan: rangkaian dengan jumlah gerbang minimal bisa jadi bukan
merupakan solusi terbaik, tergantung constraintnya. Misalnya constraint delay
Fungsi: f = x1x2 + x1x2 + x1x2
Replikasi term 2: f = x1x2 +x1x2 +x1x2 +x1x2
Distributif (12b): f = x1 (x2 + x2) + (x1 + x1) x2
Teorema (8b): f = x1 · 1 + 1 · x2
Teorema (6a): f = x1 + x2

Rangkaian Logika dengan NAND dan NOR
Fungsi NAND adalah inversi fungsi             
AND
f(x1, x2) = f1(x1, x2) = x1 · x2
Gerbang NAND merupakan gerbang
AND yang diikuti gerbang NOT
Fungsi NOR adalah inversi fungsi OR
f(x1, x2) = f1(x1, x2) = x1 + x2
Gerbang NOR merupakan gerbang
OR yang diikuti gerbang NOT
Rangkaian AND-OR (bentuk SOP) dapat dikonversi menjadi
rangkaian NAND-NAND
Bentuk ekspresinya: inverskan minterm, ganti (+) dengan (.), inverskan ekspresi
_ Contoh: f = Pm(1, 4, 5, 6)
f = x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3 + x1x2x3
= x1x2x3 · x1x2x3 · x1x2x3 · x1x2x3

Rangkaian OR-AND dan NOR-NOR
Rangkaian OR-AND (bentuk POS) dapat dikonversi menjadi
rangkaian NOR-NOR
Bentuk ekspresinya: inverskan maxterm, ganti (.) dengan (+), inverskan ekspresi
Contoh: f = QM(0, 2, 3, 7)
f = (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3) (x1 + x2 + x3)
= 􀀀x1 + x2 + x3_ + 􀀀x1 + x2 + x3_ + 􀀀x1 + x2 + x3_ + 􀀀x1 + x2 + x3_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar